Renungan Mingguan
KEKUATAN ALLAH (16 January 2011) PDF Print E-mail
Friday, 14 January 2011 10:56

Lebih dari dua puluh tahun yang lalu muncullah aliran yang menekankan apa yang dikenal sebagai “power evangelism”. Yang dimaksudkan dengan “power evangelism” ialah penginjilan di mana kuasa Tuhan dinyatakan secara terang-terangan khususnya dalam konteks melawan kuasa gelap. Jadi ciri khas “power evangelism” ialah konfrontasi antara kuasa Tuhan dan kuasa gelap yang disertai oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat.

Dari surat Korintus kita tahu bahwa Rasul Paulus memang peka terhadap peranan si Iblis yang hendak mengagalkan semua pelayanan yang menyenangkan hati Tuhan. Misalnya, pada 2 Korintus 2:11 Paulus menyatakan: “supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya”. Kalimat terakhir dari ayat ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai “for we are not unaware of his schemes.” Artinya, kita menyadari caranya Iblis hendak menghambat atau mengganggu hidup rohani kita. Yang dimaksudkan ialah si Iblis paling berhasil apabila kita sama sekali tidak menyadari bahwa dia tetap berpengaruh dalam hidup kita.

Di jemaat Korintus muncullah guru baru yang sebenarnya guru yang palsu. Guru tersebut berusaha meyakinkan orang Korintus melalui “hikmat perkataan”mereka dan dengan “tanda-tanda” yang dikerjakan oleh anugerah-anugerah mereka. Justru dalam konteks inilah maka Paulus menekankan bahwa kekuatan Allah dinyatakan pada salib Kristus.

Melalui 1 Korintus 1:18,19 Paulus menegaskan: “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Karena ada tertulis: ‘aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.’”

Antara lain tantangan di jemaat Korintus yang Paulus hadapi ialah bahwa guru-guru baru mereka menganggap bahwa Paulus tidak ada sesuatu yang baru untuk disampaikan karena dia selalu menekankan pemberitaan Injil. Apa lagi Paulus tidak bicara dengan “hikmat perkataan”. Di samping itu guru-guru baru tersebut lebih menekankan anugerah tertentu seperti nubuat dan bahasa lidah. Dibandingkan dengan guru-guru baru maka Paulus dinilai sebagai ‘bodoh’ dan lemah.

Untuk menanggapi semuanya itu maka Paulus menyatakan bahwa kekuatan Tuhan dilihat paling jelas pada pemberitaan Injil dan bahwa kebijaksaan Tuhan paling nyata pada salib Kristus. Pengertian ini merupakan suatu batu sandungan bagi orang Yahudi dan suatu kebodohan bagi orang bukan Yahudi.[END]

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 26

Who's Online

We have 4 guests online

Newsflash

New Event added into Event Calendar. For up to date current and upcoming church's events, please check them out at Event Calendar.