Indonesian Presbyterian Church - Randwick
+

History

Sejarah Berdirinya Indonesian Presbyterian Church Randwick

INDONESIAN Presbyterian Church – Randwick adalah salah satu dari gereja-gereja berbahasa Indonesia yang ada di kota Sydney, yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang Kristen yang berasal dari Indonesia untuk dapat berbakti dalam bahasa Indonesia. Gereja ini ada semata-mata karena anugerah dan demi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus saja. Kata Presbyterian sendiri memiliki arti bahwa: keputusan-keputusan penting yang harus diambil oleh gereja sepenuhnya berada di tangan para penatua-penatua (majelis) yang dipilih oleh jemaat.

PADA mulanya, orang-orang Kristen yang berasal dari Indonesia yang tinggal di daerah-daerah eastern suburbs di kota Sydney hanya dapat berbakti dalam bahasa Inggris… salah satunya di Randwick Presbyterian Church. Kemudian, seorang pendeta dari Randwick Presbyterian Church berpendapat bahwa daerah-daerah eastern suburbs adalah daerah berkumpulnya berbagai macam bangsa dan adalah penting bagi gereja untuk terbuka bagi bangsa-bangsa lain untuk berbakti di gereja setempat. Langkah selanjutnya yang diambil adalah membuka Randwick Presbyterian Church untuk digunakan sebagai tempat berbakti bagi bangsa lain, dan bangsa itu kemudian adalah bangsa Indonesia.

KEBAKTIAN yang pertama kali diadakan dalam bahasa Indonesia dimulai pada tanggal 25 Maret 1979. Melihat jumlah orang yang hadir cukup banyak untuk waktu itu, maka ada saran dan dorongan untuk mempunyai seorang gembala tetap yang dapat mengabdikan diri sepenuhnya bagi pelayanan dalam bahasa Indonesia. Dari pada itu berbagai tindakan kemudian diambil untuk mempersiapkan kehadiran seorang gembala yang dapat melayani secara penuh waktu. Setelah beberapa waktu berlalu semenjak kebaktian yang pertama, kebaktian dalam bahasa Indonesia yang berikutnya ahirnya diadakan pada tanggal 27 Juli 1980, yang dipimpin oleh seorang gembala dengan status gembala tetap.

SEIRING dengan berjalannya waktu, orang-orang dari Indonesia yang datang ke kota Sydney semakin hari semakin banyak. Demikian pula jumlah orang-orang yang datang berbakti di Randwick Presbyterian Church dalam bahasa Indonesia. Sehubungan dengan itu, maka gembala dan para asistennya merasakan akan perlunya mendirikan gereja yang dipimpin dan diatur oleh orang-orang Indonesia sendiri. Keinginan ini kemudian disampaikan kepada majelis Randwick Presbyterian Church yang kemudian mengadakan rapat untuk mendiskusikan hal ini. Selanjutnya hal ini kemudian didiskusikan di tingkat rapat jemaat. Hasil daripada rapat jemaat kemudian adalah menyetujui keinginan orang-orang yang berbakti dalam bahasa Indonesia untuk memisahkan diri dan membentuk gereja yang berdiri sendiri di bawah naungan Presbyterian Church of Australia.

PADA akhirnya, setelah melalui berbagai macam proses dan pemenuhan syarat-syarat untuk dapat berdiri sendiri, maka pada tanggal 1 Juli 1988 berdirilah Indonesian Presbyterian Church – Randwick yang mandiri, yang ada sampai sekarang ini. Puji Tuhan!

Azas Kepercayaan dan Pengajaran IPC – Randwick

IPC – Randwick menerima Pengakuan Iman Westminster Westminster Confession of Faith) dan ke 12 pengakuan Iman Rasuli yang diakui oleh gereja Tuhan segala abad sebagai azas kepercayaan. Mengakui bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang diwahyukan Allah Tritungggal adalah firman Allah yang sempurna serta berdaulat sepenuhnya sebagai dasar Iman dan pedoman hidup orang percaya.

Denominasi Gereja

Denominasi IPC – Randwick adalah: Gereja Presbiterian, di mana kekuasaan tertinggi terletak pada tua-tua gereja (majelis) yang dipilih jemaat.

Gereja Presbiterian menekankan ajaran kedaulatan Allah dan otoritas Alkitab sebagai dasar utama pengembangan teologia.

Visi & Misi IPC – Randwick

VISI: Gereja yang Missioner
(Pernyataan VISI: Gereja yang menghadirkan eksistensi dan nilai-nilai kerajaan Allah di tengah dunia ini, dalam bentuk kesaksian dan pelayanan yang konkrit)

MISI: Gereja yang Bertumbuh dan Dewasa serta Bermisi

Penjabaran / Deskripsi Misi IPC – Randwick

Bidang Ibadah / Penyembahan (Worship)

Membangun hubungan vertikal (ibadah) antara “orang percaya” dengan Allah di dalam persekutuan yang berasaskan karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib. (I Korintus 1:9, Filipi 3:10, 1 Yohanes 1:3-4)
Ibadah yang dimaksudkan di dalam hal ini adalah “Ibadah” dalam arti teoligis, yaitu segala aspek
hubungan orang percaya dengan Tuhan baik dalam ibadah formal-kolektif maupun pribadi.

Bidang Pembinaan / Pendidikan Jemaat (Church Education)

Membina jemaat dalam segala segi kehidupan (mental maupun spiritual) untuk bertumbuh di dalam segala hal ke arah Kristus yang adalah Kepala (Efesus 4:15-16) sehingga mampu hadir dan berkarya sesuai dengan dasar Firman Tuhan di tengah pergumulan dunia sesuai dengan konteks jamannya (Efesus 4:11-15).

Bidang Persekutuan (Fellowship)

Mewujudkan persekutuan jemaat yang bersifat horisontal sebagaimana diamanatkan Tuhan Yesus
(Yohanes 17:11) serta teladan yang diberikan gereja mula-mula (Kisah Para Rasul 2:41-42).
Persekutuan yang dimaksudkan di dalam hal ini adalah keeratan hubungan persaudaraan antar jemaat sebagai satu keluarga Allah (Efesus 2:19).

Bidang Penginjilan (Evangelism)

Penginjilan yang dimaksudkan dalam statement misi ini adalah segala usaha untuk mewartakan “Injil Keselamatan”.

Bidang Pelayanan Diakonia

Menjadi saluran kasih Tuhan bagi jemaat baik di lingkungan IPC – Randwick maupun jemaat secara umum (Galatia 6:10) di dalam aspek spiritual, moral, maupun material dan menjadi saluran kasih Tuhan bagi masyarakat secara umum untuk menggenapi misi Allah yang holistik.

Pelayanan kasih / diakonia adalah salah satu perwujudan dari “kasih Allah yang agape” bagi setiap manusia dalam rangka providensia Allah bagi dunia ciptaanNya. Pelayanan ini juga mengacu pada misi Kristus di tengah dunia yang tidak hanya hadir untuk memberikan keselamatan jiwani tetapi juga memperhatikan pergumulan hidup manusia di tengah dunia (misi yang holistic) (Lukas 4:18-21, dibanding Galatia 6:10).

Pada dasarnya diakonia tidak terlepas dari misi (marturia), melalui diakonia gereja:
Menyalurkan kasih Allah kepada jemaat yang membutuhkan.
Memberikan kasih dan kesaksian Kristus bagi masyarakat.