Posted by ipceditor

Surat yang dialamatkan kepada jemaat di Sardis (Wahyu 3:1-6) sangat mengejutkan karena jemaat ini dinilai sebagai ‘mati’ secara rohani. Tuhan Yesus menyatkan: “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dinyatakan hidup, padahal engkau mati!” (ayat 1b).

Kita mengingat apa yang dikatakan Tuhan kepada Samuel sebelum Daud diurapi sebgai raja – “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (1 Samuel 16:7). Dari luar jemaat di Sardis kelihatan tetap sehat. Jemaat ini tetap berbakti kepada Tuhan. Tetap berpegang pada azas-azas kepercayaan yang Alkitabiah. Tetap melakukan pekerjaan baik. Namun dinyatakan sebagai “mati.”

 

Tetapi jemaat Sardia masih sempat bangun kembali atau dihidupkan kembali. Ayat 2 menerangkan: “Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan AllahKu.”

 

Setelah kecelakaan sambil main polo Kerry Packer dinyatakan “mati” secara hukum. Artinya, tidak ada lagi “vital signs” atau tanda-tanda yang menyatakan bahwa dia masih hidup. Namun Dr Victor Chang dan rekan-rekannya dapat membangunkan dia lagi supaya hidup lagi. Ilustrasi ini dapat membantu kita lebih mengerti keadaan jemaat Smirna. Jemaat ini masih dapat dihidupkan kembali tetapi mereka harus menuruti firman Tuhan, mentaatinya dan bertobat dari ketidaksetiaan mereka (ayat 3).

 

Pada permulaan abad ke-XVI Masehi para reformator menilai gereja Abad Pertengahan sebagai “mati.” Tetapi mereka berusaha dan berjuang supaya dihidupkan kembali melalui pelayanan firman Tuhan dan gerakan Roh Kudus. Dalam hubungan ini kita perhatikan bahwa pada ayat 1 Tuhan Yesus diperkenalkan sebagai “yang memiliki ketujuh Roh Allah” yaitu khiasan untuk kepenuhan Roh Kudus. Firman yang dapat menghidupkan telah disampaikan kepada jemaat Sardis tetapi mereka harus menanggapinya dengan taat kepada firman Tuhan yang disertai dengan pertobatan yang sungguh-sungguh.

 

Pada tahun ini IPC Randwick akan merayakan HUT yang ke-25. Kira-kira bagaimanakah kesehatan rohani kita? Adakah hal-hal yang sebaiknya kita terapkan dari surat-surat yang dialamatkan ke tujuh jemaat yang diuraikan pada Wahyu 2 dan 3?